Header for Tugas IL

⋆🌺˚Coast Craze ILP 2025.⋆ꪆ˖°

🌊🐚 "Angin pantai berbisik riang, Ombak menari menyapa teman.

Coast Craze seru sepanjang siang, Ayo gabung, jangan ketinggalan!" ☀️🏖️

Raja Ampat

Latar Belakang

Satu Tungku Tiga Batu Tee adalah produk berupa kaos yang menampilkan keragaman budaya dan sumber daya alam Papua, khususnya Raja Ampat dengan filosofi “Satu Tungku Tiga Batu” yang mencerminkan nilai toleransi dan kebersamaan masyarakat Papua. Kami memilih untuk menggunakan kaos sebagai media promosi kebudayaan Indonesia karena sifatnya umum digunakan dalam sehari-hari dan mudah digunakan oleh semua kalangan masyarakat. Dengan industri fashion yang terus berkembang, di zaman modern ini kaos dilihat sebagai sarana komunikasi yang ekspresif untuk mempromosi kreativitas secara bebas dan disebarluaskan kepada banyak orang.

Produk inovatif ini kami targetkan kepada orang tua dan kaum muda karena bersifat fleksibel dan lebih mudah diterima oleh berbagai generasi sehingga orang yang menggunakan kaos ini tidak hanya memamerkan gaya yang unik, tetapi juga ikut mengambil peran penting dalam menyebarkan pesan akan persatuan yang menjadi kunci di tengah berbagai keberagaman.

Inspirasi dari Raja Ampat

Kami memilih Raja Ampat sebagai inspirasi utama dibandingkan ribuan pulau di Indonesia lainnya karena beberapa alasan. Pertama, Raja Ampat tidak hanya menawarkan keindahan alamnya, tetapi juga kekayaan budaya yang masih terjaga sampai sekarang oleh masyarakatnya. Raja Ampat terdiri dari banyak pulau kecil yang bersatu seperti Indonesia yang bersatu di tengah keberagaman dan hidup dalam toleransi, serta harmoni. Selain itu, tema Raja Ampat masih jarang diangkat sebagai produk budaya lokal dibandingkan Bali dan Lombok.

Oleh karena itu, kami ingin meningkatkan apresiasi terhadap Papua yang mengakui keunikan budaya dan tradisinya, termasuk tradisi Sasi Laut yang menunjukkan ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas kelimpahan sumber daya laut dan kearifan lokal, seperti tarian Suling Tambur yang telah diberlakukan sejak seabad lalu untuk menyambut tamu dalam festival.

Dengan mengangkat Raja Ampat, kami ingin menjadikan kaos ini sebagai salah satu representasi budaya Papua untuk dikenalkan kepada masyarakat luas.Melalui kaos ini, kami ingin menyampaikan pesan penting untuk melestarikan budaya sekaligus menumbuhkan jiwa nasionalisme dan sikap tenggang rasa di tengah keberagaman Indonesia.

Fakta Menarik: Raja Ampat memiliki lebih dari 1.500 pulau kecil dengan keanekaragaman hayati laut yang luar biasa. 75% spesies karang dunia ditemukan di sini, menjadik annya salah satu ekosistem laut terkaya di dunia.

  • 1. Pengantar Desain Kaos

    Desain kaos ini mengangkat tema Raja Ampat dengan menunjukkan filosofi “Satu Tungku Tiga Batu” serta keindahan alamnya. Setiap unsur dalam desain ini memiliki makna mendalam dan penting dalam mempresentasikan nilai-nilai budaya Papua. Filosofi “Satu Tungku Tiga Batu” menjadi simbol persatuan dalam keberagaman masyarakat FakFak, sementara elemen-elemen alam pada bagian belakang kaos menggambarkan pesona Raja Ampat yang luar biasa. Melalui desain ini, diharapkan masyarakat lebih memahami dan menghargai budaya serta kekayaan alam Papua.

  • 2. Makna Filosofi “Satu Tungku Tiga Batu”

    Pada bagian depan kaos, terdapat tulisan “Satu Tungku Tiga Batu” yang melambangkan kebersamaan dan toleransi yang menjadi pegangan hidup masyarakat Papua. Filosofi ini menunjukkan bahwa masyarakat FakFak, Papua Barat, telah lama hidup dalam harmoni meskipun memiliki latar belakang agama, suku, dan adat yang berbeda. Ungkapan ini mengajarkan bahwa kehidupan yang seimbang dan harmonis hanya dapat tercapai jika semua elemen dalam masyarakat saling mendukung satu sama lain.

  • 3. Asal-usul dan Sejarah Filosofi

    Filosofi ini berasal dari etnis Mbaham Matta (WUH), masyarakat adat tertua di Kabupaten FakFak. Mereka memahami filosofi ini sebagai cerminan toleransi antarumat beragama bagi masyarakat Kabupaten FakFak. Sejak dahulu, kehidupan masyarakat adat sangat bergantung pada kebersamaan, dan konsep tiga batu yang menopang tungku memasak dijadikan simbol dari nilai-nilai tersebut. Pada tahun 1990-an, masyarakat setempat memiliki keinginan kuat untuk menjadikan filosofi ini sebagai identitas kota, hingga akhirnya pemerintah daerah secara resmi menetapkannya sebagai filosofi Kabupaten FakFak.

  • 4. Monumen Satu Tungku Tiga Batu

    Monumen Satu Tungku Tiga Batu yang terletak di Kabupaten FakFak merupakan perwujudan nyata dari filosofi ini. Monumen ini berbentuk tiga batu besar yang menopang sebuah tungku, melambangkan keseimbangan yang harus dijaga oleh seluruh masyarakat. Kabupaten FakFak yang akrab disebut sebagai Kota Pala karena kekayaan rempah-rempahnya, menjadikan tungku sebagai simbol kehidupan. Sedangkan tiga batu yang menopangnya adalah simbol dari “Kau, Saya, dan Dia” yang menyatukan berbagai perbedaan dalam satu ikatan persaudaraan yang kuat.

  • 5. Keberagaman dan Harmoni di FakFak

    Filosofi ini juga melambangkan keberagaman agama di FakFak. Tiga batu tersebut mewakili tiga agama terbesar di FakFak, yaitu Islam, Katolik, dan Protestan, yang hidup berdampingan dengan damai sejak dahulu kala. Kehidupan masyarakat FakFak sangat erat dengan semangat gotong royong, di mana semua umat terlibat dalam pembangunan masjid maupun gereja, serta berpartisipasi dalam perayaan hari besar keagamaan seperti Idul Fitri dan Natal. Nilai toleransi ini telah diwariskan turun-temurun dan menjadi nafas perdamaian di Kabupaten FakFak.

  • 6. Sejarah Keberagaman di FakFak

    Sejak dahulu, Kabupaten FakFak dikenal sebagai pusat perdagangan rempah-rempah, seperti pala dan cengkih. Banyak pedagang dari berbagai daerah, termasuk Tidore dan Ternate, yang datang untuk berdagang dan akhirnya menetap di FakFak. Hal ini menyebabkan adanya percampuran budaya, adat, dan agama di daerah ini. Namun, alih-alih menjadi sumber konflik, keberagaman ini justru menjadi kekuatan bagi masyarakat FakFak untuk hidup harmonis dalam persatuan. Gotong royong dan saling menghormati menjadi fondasi utama dalam menjaga hubungan sosial antar masyarakat

  • 7. Keindahan Alam Raja Ampat dalam Desain Kaos

    Bagian belakang kaos menggambarkan keindahan alam Raja Ampat yang terkenal akan kekayaan biota lautnya. Elemen-elemen seperti gugusan pulau Raja Ampat yang tampak dari atas, laut yang jernih, dan terumbu karang yang beragam menjadi bagian utama dalam desain ini. Raja Ampat merupakan salah satu destinasi wisata dunia yang diakui memiliki ekosistem bawah laut paling kaya. Keindahan ini tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama untuk dijaga kelestariannya.

  • 8. Konsep Desain Kaos dan Maknanya

    Desain kaos ini merepresentasikan dua aspek utama Papua: kearifan lokal dan keindahan alamnya. Bagian depan menampilkan filosofi “Satu Tungku Tiga Batu”, simbol persatuan dalam keberagaman yang telah menjadi nilai hidup masyarakat FakFak. Sementara itu, bagian belakang menggambarkan keindahan Raja Ampat, menyoroti kekayaan laut, flora, dan fauna khas Papua. Setiap elemen dalam desain ini memiliki makna mendalam—dari filosofi budaya hingga simbol alam yang mencerminkan kekuatan dan keindahan Papua. Penjelasan lebih lanjut mengenai elemen-elemen ini akan dibahas di bawah.

  • 9. Pesan dan Tujuan Desain

    Desain kaos ini bukan sekadar karya seni, tetapi juga memiliki pesan yang kuat bagi siapa pun yang mengenakannya. Filosofi “Satu Tungku Tiga Batu” menjadi pengingat bahwa keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang harus dijaga bersama. Sementara itu, elemen-elemen Raja Ampat di bagian belakang mengajak kita untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungan, terutama terhadap ekosistem laut yang menjadi aset berharga dunia. Kaos ini dibuat dengan harapan dapat menyebarkan kesadaran akan pentingnya menjaga budaya dan alam Papua, baik kepada masyarakat lokal maupun wisatawan. Dengan memakai kaos ini, seseorang tidak hanya menunjukkan apresiasi terhadap budaya Papua, tetapi juga berkontribusi dalam menyebarkan nilai-nilai persatuan dan keberlanjutan lingkungan.

  • Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6 Photo 1 Photo 2 Photo 3 Photo 4 Photo 5 Photo 6

    Berikut ini adalah video yang menampilkan keindahan Raja Ampat, salah satu surga tersembunyi di Indonesia. Keindahan alamnya yang memukau, dengan air laut jernih, terumbu karang yang berwarna-warni, serta kehidupan laut yang kaya, menjadi cerminan dari harmoni dan keberagaman yang dimiliki bangsa ini. Indonesia adalah negara yang dibangun di atas perbedaan—perbedaan suku, budaya, bahasa, dan agama. Namun, perbedaan itu bukanlah penghalang, melainkan kekuatan yang menyatukan kita sebagai satu bangsa. Sebagaimana semboyan Bhinneka Tunggal Ika, kita diajarkan bahwa meskipun berbeda-beda, kita tetap satu kesatuan. Melalui keindahan Raja Ampat, kita diingatkan bahwa keberagaman adalah anugerah yang harus dijaga dan dihormati. Mari terus merawat alam, budaya, dan persatuan demi masa depan Indonesia yang lebih baik.

    Sustainable Development Goals Sustainable Development Goals Sustainable Development Goals
    1
    2
    3
    4

    Terumbu Karang – Fondasi Kehidupan Laut

    Terumbu karang melambangkan keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekosistem. Raja Ampat memiliki 75% dari seluruh jenis terumbu karang di dunia, menjadikannya sebagai surga bawah laut yang harus dijaga kelestariannya. Keindahan ini juga menjadi simbol kehidupan, karena terumbu karang adalah rumah bagi berbagai makhluk laut.

    Anggrek Hitam – Kekuatan dan Keabadian

    Anggrek hitam merupakan simbol kekuatan dan kekayaan flora khas Papua. Selain memiliki nilai estetika, bunga ini juga berperan penting dalam ekosistem karena membantu proses penyerbukan dan menjaga keseimbangan alam. Keberadaannya dalam desain ini menggambarkan ketahanan budaya dan alam Papua yang tetap lestari dari generasi ke generasi.

    Burung Cendrawasih – Jiwa dan Identitas Papua

    Burung cendrawasih, yang dikenal sebagai ‘bird of paradise’, melambangkan kebebasan, spiritualitas, dan kemakmuran. Burung ini sering dijadikan simbol dalam berbagai upacara adat, mencerminkan hubungan erat antara manusia dan alam. Masyarakat Papua menjaganya dengan penuh kehormatan, karena burung ini adalah bagian dari warisan budaya dan identitas Papua.

    Burung Kasuari – Kekuatan dan Perlindungan

    Burung kasuari melambangkan kekuatan, keberanian, dan perlindungan. Sebagai salah satu burung terbesar di dunia, kasuari memiliki peran penting dalam ekosistem hutan Papua dengan menyebarkan biji-bijian yang membantu regenerasi hutan. Dalam budaya Papua, kasuari dihormati sebagai simbol ketahanan dan keseimbangan antara manusia dan alam.

    Profile

    1. Kolaborasi dan Pembagian Tugas

    Dalam proses persiapan produk kaos ini, kelompok kami bekerja secara terbuka dan kolaboratif dengan komunikasi yang efektif. Setiap anggota memiliki peran yang sesuai dengan kemampuan masing-masing untuk mencapai hasil yang maksimal. Tisha bertanggung jawab sebagai ilustrator utama yang mendesain tampilan kaos menggunakan aplikasi Ibis Paint, dengan Janice sebagai konsultan desain yang memberikan masukan mengenai elemen visual. Sementara itu, Isabelle dan Kiara bertugas mencari serta menghubungi berbagai vendor kaos untuk memastikan kualitas cetak dan bahan sesuai ekspektasi. Nathania dan Raina berperan dalam riset budaya Papua, mengumpulkan informasi tentang simbol-simbol yang ingin digunakan, serta memastikan elemen desain mencerminkan kekayaan budaya Papua secara visual.

    2. Perubahan Perencanaan dan Kendala Teknis

    Selama perencanaan produk PPKn, terdapat beberapa perubahan keputusan dalam pemilihan desain.

    3. Tantangan dan Keberhasilan

    Kami menghadapi berbagai tantangan dalam diskusi dan proses produksi